Komik merupakan gambar dan lambang yang terjuktaposisi dalam urutan tertentu, digunakan untuk menyampaikan pesan dan tanggapan estetis dari pembacanya. Kekuatan media komik dalam menyampaikan pesan berkaitan erat dengan elemen-elemen visual di dalamnya. Salah satu elemen visual yang mempengaruhi pengalaman membaca komik adalah desain panelnya. Komik indonesia mempunyai sejarah yang amat panjang. Di tengah gempuran komik-komik asing, muncul satu genre endemik asli Indonesia yang disebut dengan komik wayang. Salah satu komik wayang yang populer di era tahun 1950an adalah Ramayana karya RA Kosasih. Di sisi lain, komik wayang modern juga muncul baru-baru ini dan sangat diminati, salah satu yang terkenal adalah komik berjudul The Grand Legend Ramayana. Komik ini merupakan komik wayang yang terinspirasi cerita Ramayana karangan Is Yuniarto yang terbit mulai tahun 2015 dan berlanjut hingga sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkomparasi desain panel dari komik Ramayana karya RA Kosasih dan komik The Grand Legend Ramayana karya Is Yuniarto, sekaligus untuk melihat studi historis komparatif dari kedua komik tersebut. Penelitian ini menggunakan metode historis komparatif yang mengutamakan aspek waktu dalam lintasan sejarah. Perbandingan antara periode waktu yang berbeda dilakukan untuk melihat adanya perkembangan dan pengaruh sosial yang terjadi. Pendekatan teori komik dari Scott McCloud digunakan dalam mengkomparasikan desain panel kedua komik tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa desain panel komik Ramayana karya RA Kosasih mendapatkan pengaruh dari komik strip dan buku-buku komik terbitan Amerika di zamannya. Di sisi lain, desain panel komik The Grand Legend Ramayana mendapatkan pengaruh yang kuat dari manga atau komik Jepang yang sedang populer di masa kini.
Copyrights © 2024