Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan implementasi peran dari pemangku kepentingan wisata model pentahelix pada daya tarik wisata Lumbung Stroberi, Kota Wisata Batu melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Dalam penelitian yang telah dilakukan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kegiatan observasi, tinjauan literatur, fokus diskusi grup, serta wawancara mendalam dengan informan kunci antara lain Direktur Bumdes Raharjo, GEMPAR (Gerakan Pemuda Karang Taruna), Komunitas Tani GAPOKTAN, dan pekerja di Lumbung Stroberi. Tujuan penelitian ini untuk mendapati seberapa besar pengaruh dari adanya pemangku kepentingan wisata dengan menggunakan model pentahelix melalui program CSR untuk pengembangan wisata di Lumbung Stroberi serta pemberdayaan masyarakat sekitar daya tarik wisata. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para pemangku kepentingan telah bekerja sama dengan baik sehingga menghasilkan dampak yang positif terhadap pengembangan wisata di Lumbung Stroberi. Dampak positif tersebut berupa pertumbuhan ekonomi lokal, semakin berkembangnya hubungan antar pemangku kepentingan (stakeholder) wisata dengan berbagai pihak terkait, kelembagaan lokal, bertambahnya petani stroberi yang memiliki keinginan berkolaborasi sebagai bagian dari mitra BUMDes Raharjo dengan tujuan untuk mengembangkan Daya Tarik Wisata Lumbung Stroberi, serta peluncuran paket wisata baru di Lumbung Stroberi.
Copyrights © 2024