Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat penggunaan teknologi dan kondisi kesehatan mental mahasiswa. Metode survei kuantitatif digunakan dengan analisis statistik deskriptif dan korelasi Pearson. Alat ukur yang digunakan adalah DASS-21. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa (72%) memiliki penggunaan teknologi tinggi hingga sangat tinggi. Namun, sebagian responden mengalami stres berat (8 orang), kecemasan sangat berat (13 orang), dan depresi ringan hingga berat (12 orang). Analisis korelasi menunjukkan hubungan yang sangat lemah dan tidak signifikan antara penggunaan teknologi dengan stres (r = 0,08), kecemasan (r = 0,05), dan depresi (r = 0,07). Hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan teknologi bukan faktor utama gangguan mental mahasiswa. Penelitian ini menyarankan eksplorasi lebih lanjut terhadap faktor-faktor lain yang memengaruhi kesehatan mental mahasiswa secara kuantitatif maupun kualitatif.
Copyrights © 2025