Abstrak – Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran Teaching Factory (TeFa) di SMK Negeri 4 Takalar. Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan TeFa sebagai pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan dunia pendidikan dengan dunia kerja, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi di era industri 4.0. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan participatory action training yang menekankan keterlibatan aktif peserta dalam setiap tahapan kegiatan, meliputi analisis kebutuhan, pengembangan modul pelatihan, pelaksanaan pelatihan inti, pendampingan implementasi, dan evaluasi hasil kegiatan. Peserta kegiatan berjumlah 30 guru dari berbagai program keahlian yang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan selama tiga hari, dilanjutkan dengan pendampingan selama satu bulan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan guru terhadap konsep serta penerapan pembelajaran berbasis produksi. Nilai rata-rata hasil pre-test sebesar 63,2 meningkat menjadi 87,4 pada post-test, menunjukkan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan kapasitas guru. Selain itu, hasil refleksi menunjukkan perubahan positif dalam praktik pembelajaran di kelas, terutama dalam penyusunan proyek produksi dan manajemen unit produksi sekolah. Kegiatan pengabdian ini berdampak positif terhadap penguatan implementasi Teaching Factory di SMK Negeri 4 Takalar serta memberikan model pelatihan yang dapat direplikasi di sekolah kejuruan lainnya. Diperlukan tindak lanjut berupa pengembangan jejaring kemitraan antara sekolah dan industri, serta program pendampingan berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan implementasi TeFa dalam pembelajaran kejuruan.Kata kunci: Teaching Factory, pelatihan guru dan pendidikan kejuruan
Copyrights © 2025