Era cyber culture telah membawa perubahan signifikan dalam cara remaja membentuk identitas diri dan berinteraksisosial. Salah satu fenomena yang muncul adalah flexing, yaitu perilaku memamerkan kekayaan, pencapaian, atau gayahidup mewah melalui media sosial untuk mendapatkan pengakuan. Perilaku ini, jika tidak disikapi dengan bijak, dapatmemicu tekanan sosial, kecemasan, serta pembentukan identitas semu di kalangan remaja. Program Pengabdiankepada Masyarakat ini bertujuan untuk membangun kesadaran sosial dan memperkuat identitas diri yang otentik padasiswa dan guru SMA & SMK di Kota Tangerang Selatan. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif-partisipatifdalam bentuk workshop interaktif, refleksi kelompok, serta pengembangan modul edukatif tentang flexing dan literasiidentitas diri. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadaprisiko budaya digital serta menumbuhkan kemampuan mereka untuk mengekspresikan diri secara lebih sehat dansadar. Dukungan aktif dari mitra dan guru memberikan kontribusi signifikan terhadap keberhasilan kegiatan. Programini memiliki potensi untuk direplikasi dan dikembangkan menjadi model pembinaan karakter digital di sekolah.
Copyrights © 2025