Semakin maraknya konflik antar umat beragama menunjukkan urgensi untuk mengatasi ketegangan dan perlunya membangun pemahaman yang lebih mendalam akan pentingnya moderasi beragama. Oleh karena itu diperlukan langkah proaktif untuk meminimalisir konflik, meningkatkan toleransi, dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih inklusif. Navigasi ruang digital dibutuhkan sebagai langkah solutif dalam mengkampanyekan moderasi beragama yang bertujuan untuk membentuk sikap saling menghargai dan menghindari radikalisme, mendukung terciptanya kehidupan beragama yang damai dan harmonis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran guru dalam membimbing peserta didik agar dapat memahami moderasi beragama serta mengimplementasikan melalui kampanye di ruang digital, mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi peserta didik serta mengevaluasi efektivitas kampanye moderasi beragama melalui media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mix method), yang menggabungkan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan menggunakan wawancara, observasi, penyebaran angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sembilan puluh delapan persen peserta didik berhasil melakukan kampanye moderasi beragama melalui media sosial Instagram dengan akun pribadi masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa peran guru terbukti sangat efektif dalam mengembangkan pemahaman peserta didik tentang moderasi beragama dan memberi mereka dorongan untuk berperan aktif di dunia maya melalui kampanye moderasi beragama.
Copyrights © 2023