Menerjemahkan karya sastra khususnya novel menimbulkan berbagai tantangan bagi para penerjemah, diantaranya adalah tuturan yang terdiri dari beberapa jenis tindak tutur seperti direktif, asertif, ekspresif, komisif, dan deklaratif dengan menggunakan teknik penerjemahan yang tepat sesuai dengan konteksnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis jenis tindak tutur, teknik penerjemahan, dan kualitas terjemahan ujaran dalam novel yang diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian penerjemahan: studi kasus dengan metode deskriptif kualitatif berdasarkan dokumen ST dan Tsa. Studi kasus diterapkan pada novel Ghost Fleet: A Novel of The Next World. Data diperoleh dengan menggunakan analisis dokumen dan Focus Group Discussion. Data dianalisis satu persatu dengan menggunakan empat prosedur Spradley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat jenis tindak tutur yang terdapat dalam novel yaitu asertif, direktif, ekspresif, dan komisif. Tindak tutur tersebut diterjemahkan menggunakan padanan yang telah ditetapkan. variasi, peminjaman murni, eksplisitasi, modulasi, implisitasi, partikularisasi, kompensasi, kreasi diskursif, reduksi, penerjemahan literal, trans-rank-shift, transposisi, penjumlahan dan generalisasi. Kualitas terjemahan yang terdiri dari akurasi, akseptabilitas, dan keterbacaan sangat baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam peristiwa tutur perang, tuturan yang digunakan adalah tindak tutur asertif dan direktif di kalangan prajurit karena tindak tutur yang digunakan harus mengandung dalil kebenaran untuk memenangkan peperangan.
Copyrights © 2024