Proses penyelesaian skripsi sering sekali tidak sesuai dengan harapan. Tujuan penelitian ini. pertama, menguraikan permasalahan prokrastinasi dalam menyelesaikan skripsi yang dialami oleh mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe; kedua, menguraikan penerapan dari program pemberdayaan Self-Regulated Learning kepada mahasiswa yang mengalami permasalahan prokrastinasi; dan ketiga, menguraikan dampak dari adanya penerapan program pemberdayaan Self-Regulated Learning. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan PAR digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan prokrastinasi dalam menyelesaikan skripsi terjadi disebabkan adanya persepsi dan anggapan bahwa skripsi merupakan pekerjaan yang sulit, pekerjaan yang berat, dan adanya ketakutan gagal dalam penyelesaian skripsi; Penerapan program pemberdayaan Self-Regulated Learning dilakukan melalui proses yang mampu melahirkan dan menggerakkan serta mendorong lahirnya perilaku, kognisi, dan afeksi mahasiswa yang mengalami prokrastinasi secara sistematis yang berorientasi ke arah pencapaian tujuan, proses-proses tersebut terdiri dari observasi diri, keputusan diri dan refleksi diri; dan dampak adanya penerapan program pemberdayaan Self-Regulated Learning bagi mahasiswa menunjukkan telah berhasil.
Copyrights © 2024