Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam

UJICOBA SISTEM PERTANAMAN LORONG DALAM REHABILITASI LAHAN KRITIS BEKAS TAMBANG BATU APUNG

Budi Hadi Narendra (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan)



Article Info

Publish Date
25 Jul 2017

Abstract

Kebutuhan teknologi tepat guna untuk merehabihtasi lahan bekas tambang batu apung penting saat ini. Salah satu  metode yang banyak   memberi manfaat  dalam merehabilitasi lahan kritis adalah penggunaan  sistem pertanaman lorong  (alley  cropping). Penelitian ini  bertujuan  untuk  memperoleh  data dan  informasi pertumbuhan dan manfaat yang  dapat  diperoleh dari penerapan sistem  pertanaman lorong. Dengan rnenggunakan rancangan acak lengkap tersarang,  diuji  pengaruh tiga jenis tanaman lorong dari jenis legum yaitu lamtoro (Leucaena leucocephaia (Lamk.) De Wit,  turi  (Sesbania  grandiflora (L.) Pers), dan garnal (Gliricidia   septum Stcud.) terhadap pertumbuhan tanaman pokok Jati  (Tectona grandls  L.f.)  dan mangga (Mangifera indlca  L.). Perlakuan  dasar yang digunakan  adalah pemberian pupuk kandang   dosis 4,4 kg/m2 dan pcnggunaan tanaman penutup tanah jenis sentro (Centrosema  pubescens   Benth.). Respon yang diarnati adalah pertumbuhan  tanaman pokok dan biomassa hasil pangkasan ketiga jenis tanaman  lorong. Setelah enarn bulan pengamatan, hasilnya   menunjukkan bahwa tanaman jati dan mangga memiliki kemampuan   hidup dan turnbuh dengan baik  dan antar jenis  tanaman lorong belurn  berpengaruh nyata terhadap  pertumbuhan tanaman pokok. Dari ketiga jenis tanaman lorong,  turi  menghasilkan biomassa  terbesar, namun   untuk penganekaragaman manfaat yang diperoleh, perlu dipertimbangkan untuk  menanam  ketiga  jenis legum secara bersarna dikornbinasikan dengan sentro sebagai  tanaman penutup  tanah. 

Copyrights © 2006