Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UJICOBA SISTEM PERTANAMAN LORONG DALAM REHABILITASI LAHAN KRITIS BEKAS TAMBANG BATU APUNG Budi Hadi Narendra
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2006.3.3.225-235

Abstract

Kebutuhan teknologi tepat guna untuk merehabihtasi lahan bekas tambang batu apung penting saat ini. Salah satu  metode yang banyak   memberi manfaat  dalam merehabilitasi lahan kritis adalah penggunaan  sistem pertanaman lorong  (alley  cropping). Penelitian ini  bertujuan  untuk  memperoleh  data dan  informasi pertumbuhan dan manfaat yang  dapat  diperoleh dari penerapan sistem  pertanaman lorong. Dengan rnenggunakan rancangan acak lengkap tersarang,  diuji  pengaruh tiga jenis tanaman lorong dari jenis legum yaitu lamtoro (Leucaena leucocephaia (Lamk.) De Wit,  turi  (Sesbania  grandiflora (L.) Pers), dan garnal (Gliricidia   septum Stcud.) terhadap pertumbuhan tanaman pokok Jati  (Tectona grandls  L.f.)  dan mangga (Mangifera indlca  L.). Perlakuan  dasar yang digunakan  adalah pemberian pupuk kandang   dosis 4,4 kg/m2 dan pcnggunaan tanaman penutup tanah jenis sentro (Centrosema  pubescens   Benth.). Respon yang diarnati adalah pertumbuhan  tanaman pokok dan biomassa hasil pangkasan ketiga jenis tanaman  lorong. Setelah enarn bulan pengamatan, hasilnya   menunjukkan bahwa tanaman jati dan mangga memiliki kemampuan   hidup dan turnbuh dengan baik  dan antar jenis  tanaman lorong belurn  berpengaruh nyata terhadap  pertumbuhan tanaman pokok. Dari ketiga jenis tanaman lorong,  turi  menghasilkan biomassa  terbesar, namun   untuk penganekaragaman manfaat yang diperoleh, perlu dipertimbangkan untuk  menanam  ketiga  jenis legum secara bersarna dikornbinasikan dengan sentro sebagai  tanaman penutup  tanah. 
TANAMAN PENUTUP TANAH YANG SESUAI PADA LAHAN KRITIS BEKAS TAMBANG BATU APUNG Budi Hadi Narendra; Syahidan Syahidan
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2006.3.4.357-365

Abstract

Tambang batu  apung  di Lombok Timur, khususnya di  Ijobalit merniliki   potensi dan produksi terbesar di Indonesia. Masyarakat menambang secara tradisional  tanpa mengupayakan rehabilitasi dan konservasi   tanah dan air. Bekas tambang ini merupakan lahan terdegradasi yang  dibiarkan saja menjadi lahan  kritis  dengan permukaan berlubang-lubang yang sebagian besar tidak  dimanfaatkan lagi. Hanya vegetasi  tertentu saja  yang masih dapat  dijumpai  pada lahan  tersebut, karena  lahan  telah  mengalami  kemunduran  sifat fisika kimia tanahnya.     Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi dan teknologi  budidaya   jenis tanaman penutup tanah dan dosis  pupuk kandang  yang sesuai    untuk rehabilitasi lahan kritis bekas  tarnbang batu apung. Penelitian ini  menggunakan desain split plot, dimana tiga macam dosis pupuk  kandang sebagai plot utama dan tiga jenis  tanaman penutup tanah   sebagai sub plot. Masing-masing  kombinasi perlakuan ini diulang, sebanyak 16 kali. Berdasarkan kernampuan hidup, kemarnpuan rnenutup tanah dan biornassanya, tanarnan yang paling tepat digunakan  sebagai   penutup tanah adalah  jenis sentro  (Centrosema  pubescens  Benth.). Penggunaan pupuk kandang dengan dosis  4,4  kg/m2 dapat diaplikasikan guna menambah kandungan bahan organik tanah.
POTENSI PENGEMBANGAN MASOYI (Cryptocarya massoy (Oken) Kosterm) DI WILAYAH UPTD KPH UNIT V BOALEMO BERDASARKAN KESIAPAN MASYARAKAT DAN TINGKAT KESESUAIAN LAHAN (Potency of masoyi plantations in the area of UPTD KPH Boalemo Gorontalo Unit V based on community readinness and land suitability) Irma Yeny; Budi Hadi Narendra; Hani Siti Nuroniah
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 15, No 2 (2018): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.538 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2018.15.2.125-145

Abstract

 ABSTRACT Plantations development in KPH UPTD Boalemo Unit V area should be supported by community readiness and land suitability. This study analyzed the potential of masoyi plantations in the UPTD KPH Boalemo Gorontalo Unit V based on community readiness and land suitability. The level of community readiness was measured through in-depth interviews with key informants. Land suitability analysis was carried out using species matching method on the plant growth requirements of masoyi. Land characteristics were obtained from secondary data, direct field measurements, and soil analysis. The results showed: 1) community readiness is at level seven to nine; Ayuhulalo Village, Bendungan Village, Botumoito Village, and Rumbia Village have the highest community readiness, 2) land suitability is divided into: suitable 15.93%, moderately suitable 53.82%, and 24% unsuitable, 3) an area of 22,644 ha have the potential for development of masoyi plantation because it has a high level of community readiness and land suitabiliy level at moderately suitable, 4) an area of 7,041 ha is a priority area for the development of masoyi because it has a high level of community readiness and land suitability class at suitable, 5) Bendungan Village and Butomoito Village have the best community readiness and land suitability, 6) production forest area is dominated by marginally suitable land; land improvement/ manipulation is needed towards the limiting factors to support successful planting. Key words: Masoyi, land suitability, growing requirements, plantations  ABSTRAK Upaya pengembangan hutan tanaman di wilayah UPTD KPH Unit V Boalemo perlu didukung kesiapan masyarakat dan kesesuaian lahan. Penelitian ini menganalisis potensi pengembangan masoyi di wilayah UPTD KPH Unit V Boalemo Gorontalo berdasarkan kesiapan masyarakat dan kesesuaian lahannya. Tingkat kesiapan masyarakat diukur melalui wawancara mendalam terhadap tokoh-tokoh kunci. Analisis kesesuaian lahan dilakukan menggunakan metode pencocokan (species matching) terhadap persyaratan tumbuh tanaman masoyi. Karakteristik lahan diperoleh melalui pengumpulan data sekunder, pengukuran langsung di lapangan, dan analisis tanah di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan: 1) kesiapan masyarakat berada pada level tujuh sampai dengan sembilan; empat desa yaitu Desa Ayuhulalo, Desa Bendungan, Desa Botumoito, dan Desa Rumbia memiliki kesiapan lahan level sembilan (rasa memiliki di tingkat masyarakat tinggi), 2) kesesuaian lahan terdiri atas 15,93% sesuai, 53,82% agak sesuai, dan 30,24% tidak sesuai, 3) wilayah dengan luas 22.644 ha berpeluang bagi pengembangan masoyi karena memiliki tingkat kesiapan masyarakat yang tinggi (level 7 sampai 9) dan memiliki kelas kesesuaian agak sesuai, 4) wilayah dengan luas 7.041 ha merupakan lahan prioritas bagi pengembangan masoyi karena memiliki tingkat kesiapan masyarakat tinggi (level 7 sampai 9) dan memiliki kelas kesesuaian lahan sesuai, 5) desa dengan tingkat kesiapan masyarakat terbaik dan kesesuaian lahan pada kriteria sesuai adalah Desa Bendungan dan Desa Butomoito, 6) kawasan hutan produksi didominasi tingkat kesesuaian lahan agak sesuai sehingga perlu adanya perbaikan/manipulasi lahan terhadap faktor pembatas guna mendukung keberhasilan penanaman.Kata kunci: Masoyi, kesesuaian lahan, persyaratan tumbuh, hutan tanaman
UJICOBA PENINGKATAN PERTUMBUHAN AWAL TANAMAN MIMBA DI NUSA PENIDA DENGAN TEKNIK MANIPULASI LINGKUNGAN (Trial For Increasing Early Growth Of Neem By The Enviromental Manipulation In Nusa Penida ali setyayudi; budi hadi narendra; ryke nandini
Journal Penelitian Kehutanan FALOAK Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Kehutanan FALOAK
Publisher : Balai Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.1 KB) | DOI: 10.20886/jpkf.2017.1.1.21-30

Abstract

Abstract Neem can be choose for the rehabilitation activities in Nusa Penida. For increase the adaptability of neem on the critical area, the environmental manipulation can be apllied by add the manure, hydrogel, and terrace. For examine the efectivity of the environmental manipulation, this research aimed to study the growth of neem as the response of the environmental manipulation. Experimental latin square design was applied with five treatments, the addition of manure, manure + terrace, manure + hydrogel, terrace + hydrogel, and control. The results showed the environmental manipulation treatment can increase the growth of neem.  The manure and hygrogel treatment give the higest growth than other. Increasing twice more than the control plot. AbstrakMimba menjadi salah satu jenis yang dapat dipilih untuk kegiatan rehabilitasi lahan kritis di Nusa Penida. Untuk meningkatkan kemampuan adaptasi tanaman mimba dilakukan kegiatan manipulasi lingkungan yaitu dengan penambahan pupuk kandang, hydrogel, dan pembuatan gulud. Guna mengetahui efektifitas kegiatan manipulasi lingkungan maka penelitian ini akan ditujukan untuk mengetahui adakah peningkatan pertumbuhan tanaman mimba akibat kegiatan manipulasi lingkungan yang dilakukan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah pola latin square dengan lima perlakuan yaitu penambahan pupuk kandang, pupuk kandang+gulud, pupuk kandang + hydrogel, gulud+hydrogel, dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan tanaman mimba akibat adanya kegiatan manipulasi lingkungan yang diberikan. Pemberian pupuk kandang dan hydrogel memiliki peningkatan pertumbuhan tanaman mimba paling besar dibandingkan yang lain yaitu dua kali lipat kontrol.