Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam

POTENSI KAWASAN BUDIDAYA DI PANTAI UTARA INDRAMAYU SEBAGAI HABITAT BURUNG AIR

Sofian Iskandar (Puslitbang Hutan)
M Bismark (Puslitbang Hutan)



Article Info

Publish Date
27 Feb 2018

Abstract

Studi potensi ekologi darilahan produksi dikawasanpantai utara Indramayu bertujuan untulcmengevaluasi nilai penting dari lahan tersebut sebagai habitat dalam melestarikan keanekaragaman jenis burung air. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada tahun 1988 di daerah lahan basah di Desa Singakerta dan sekitarnya dijumpai 27 jenis burung air di mana 14 jenis di antaranya merupakanjenis  burung rnigran. Namun dalam pengamatan ini hanya dijumpai delapan jenis burung air, di mana dua jenis di antaranya merupakan burung rnigran. Hampir seluruh lahan basah di Desa Singakerta dan sekitarnya telah berubah menjadi tambak dan persawahan. Berdasarkan basil penelitian ini disimpulkan bahwa lahan basah yang terdiri daritambak dan persawahan tersebut mempunyainilai fungsi esensial sebagai habitat dari berbagai jenis  burung air. Saat ini perubahan habitat yang terjadi oleh adanya perubahan  fungsi lahan telah mengancam keanekaragaman dan populasi jenis burung air. Karena berbagai fungsi habitat seperti sebagai penyedia sumber pakan, tempat perlindungan, tempat berkembang biak, dan perawatan anak telah rusak akibat aktivitas manusia. Kami merekomendasikan bahwa seluruh lahan basah di kawasan tersebut yang mempunyai nilai penting bagi perlindungan jenis burung air di luar kawasan konservasi, sebaiknya ditetapkan sebagai daerah perlindungan khusus, dan dikelola berdasarkan pengelolaan  sumberdaya alam berkelanjutan serta diatur oleh suatu Peraturan Daerah (Perda). Dengan demikian kawasan lahan basah tersebut masih tetap dapat dikeIola dan dimanfaatkan oleh masyarakat, dalam rangka meningkatkan pendapatan mereka; di lain pihak kawasan tersebut juga tetap dapat sebagai habitat bagi berbagai jenis burung air.

Copyrights © 2005