Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POTENSI KAWASAN BUDIDAYA DI PANTAI UTARA INDRAMAYU SEBAGAI HABITAT BURUNG AIR Sofian Iskandar; M Bismark
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.5.423-429

Abstract

Studi potensi ekologi darilahan produksi dikawasanpantai utara Indramayu bertujuan untulcmengevaluasi nilai penting dari lahan tersebut sebagai habitat dalam melestarikan keanekaragaman jenis burung air. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada tahun 1988 di daerah lahan basah di Desa Singakerta dan sekitarnya dijumpai 27 jenis burung air di mana 14 jenis di antaranya merupakanjenis  burung rnigran. Namun dalam pengamatan ini hanya dijumpai delapan jenis burung air, di mana dua jenis di antaranya merupakan burung rnigran. Hampir seluruh lahan basah di Desa Singakerta dan sekitarnya telah berubah menjadi tambak dan persawahan. Berdasarkan basil penelitian ini disimpulkan bahwa lahan basah yang terdiri daritambak dan persawahan tersebut mempunyainilai fungsi esensial sebagai habitat dari berbagai jenis  burung air. Saat ini perubahan habitat yang terjadi oleh adanya perubahan  fungsi lahan telah mengancam keanekaragaman dan populasi jenis burung air. Karena berbagai fungsi habitat seperti sebagai penyedia sumber pakan, tempat perlindungan, tempat berkembang biak, dan perawatan anak telah rusak akibat aktivitas manusia. Kami merekomendasikan bahwa seluruh lahan basah di kawasan tersebut yang mempunyai nilai penting bagi perlindungan jenis burung air di luar kawasan konservasi, sebaiknya ditetapkan sebagai daerah perlindungan khusus, dan dikelola berdasarkan pengelolaan  sumberdaya alam berkelanjutan serta diatur oleh suatu Peraturan Daerah (Perda). Dengan demikian kawasan lahan basah tersebut masih tetap dapat dikeIola dan dimanfaatkan oleh masyarakat, dalam rangka meningkatkan pendapatan mereka; di lain pihak kawasan tersebut juga tetap dapat sebagai habitat bagi berbagai jenis burung air.
MODEL PEGUKURAN BIOMASSA POPULASI PRIMATA M Bismark
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2005.2.5.491-496

Abstract

Kualitas  Ekosistem  hutan  ssebagai habitat dapat dinilai dari biomassa primata  arboreal yang pergerakan dan sumber pakan sangat tergantung   pada Struktur fisik tegakan. Pendugaan berat badan  (Bb) individu sebagai biomassa secara langsung  di habitat alami dilakukan dengan mcngukur gaya, elastisitas  cabang berdiameter   kurang dari 10  cm dimana primata duduk atau istirahat. Penelitian  ini menggunakan bekantan Nasalis larvatus Wurmb) sebagai satwa model. Model regresi sebagai penduga Bb (kg) dengan parameter geometrik  tubuh yang berhubungan erat dengan berat  badan, telah  diujikan   terhadap panjang badan dan kepala  (td, dalam  cm) sena luas permukaan tubuh (L, dalam m2). Dalam penelitian, Td diukur pada posisi duduk bekantan. Hasil menunjukan  bahwa korela L terhadsp td pada jantan  dan betina  berbeda,  Dengan luas permukaan tubuh betina setengah dari luas permukaan  tubuh  jantan (dimorfisme seksual),nilai korelasi L  dengan td adalah L .  c1'-0,0514.sedangkan L  t-0,1048e dan korelasi  L dengan Bb mengikuti persamaan L • 0, 1324 Bb°".