Pertumbuhan penggunaan internet yang pesat di kalangan remaja Indonesia belum diiringi dengan literasi digital kesehatan yang memadai, sehingga membuat mereka rentan terhadap informasi yang menyesatkan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital kesehatan pada siswa sekolah menengah pertama dengan memperkuat kemampuan mereka dalam membedakan informasi kesehatan yang valid. Kegiatan dilaksanakan di SMPN 46 Makassar dengan melibatkan 50 siswa berusia 14–17 tahun menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Aktivitas yang dilakukan meliputi edukasi interaktif menggunakan media visual, diskusi kelompok mengenai informasi hoaks kesehatan, serta pembuatan poster edukasi oleh siswa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta refleksi kualitatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dalam memverifikasi informasi kesehatan dan menggunakan sumber digital yang terpercaya. Refleksi siswa juga mengindikasikan peningkatan kesadaran serta motivasi untuk mencari informasi kesehatan yang benar. Program ini tidak hanya memperkuat pemahaman kognitif siswa, tetapi juga mendorong partisipasi aktif dan kreativitas mereka dalam menyampaikan informasi kesehatan yang valid. Kegiatan ini menunjukkan pentingnya intervensi berbasis sekolah dalam memberdayakan remaja agar lebih kritis dan bertanggung jawab dalam menghadapi informasi digital di era saat ini.
Copyrights © 2025