Keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia menjadi kekayaan nasional berharga dan sumber konflik. Pendidikan diharapkan mampu menjadi solusi dalam pemecahan konflik keberagaman. Guru sebagai ujung tombak dalam pendidikan berperan dalam penanaman pentingnya pemahaman siswa tentang multicultural, Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran tentang persepsi guru terhadap pendidikan multikultural di Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Responden penelitian adalah 20 guru SD Santo Markus 2 Jakarta Timur. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dengan skala likert. Instrumen angket yang digunakan adalah angket tertutup. Hasil penelitian menunjukkan 80% guru memiliki pemahaman yang baik tentang multikulturalisme. 59% guru telah mencoba menerapkan pembelajaran multikultural di kelas. 40% menyatakan bahwa dukungan sekolah belum sepenuhnya optimal. 70% guru menyatakan bahwa pembelajaran multikultural memberi dampak positif bagi siswa. 60% guru menyatakan hambatan utama dalam implementasi pembelajaran multikultural adalah kesulitan dalam mencari bahan ajar yang relevan. Sebanyak 68% menyarankan pengintegrasian materi multikultural secara eksplisit dalam kurikulum, pentingnya kerjasama dengan pihak luar, dan perlu adanya pelatihan atau seminar khusus bagi guru tentang pembelajaran multikultural.
Copyrights © 2024