Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem laut yang paling rentan terhadap pencemaran laut yang disebabkan oleh aktivitas antropogenik dan perubahan iklim. Studi ini bertujuan untuk mengkaji dampak pencemaran laut terhadap distribusi dan adaptasi terumbu karang di berbagai zona biogeografi serta memberikan rekomendasi konservasi yang efektif. Kajian literatur menunjukkan bahwa pencemaran laut, termasuk limpasan limbah domestik dan industri, peningkatan kadar nutrien yang menyebabkan eutrofikasi, serta akumulasi polutan kimia dan mikroplastik, telah menyebabkan degradasi terumbu karang secara signifikan di berbagai wilayah. Dampak pencemaran ini bervariasi antar zona biogeografi, tergantung pada faktor oseanografi dan tingkat tekanan lingkungan. Beberapa spesies karang menunjukkan mekanisme adaptasi melalui perubahan simbiosis dengan zooxanthellae yang lebih tahan terhadap kondisi ekstrem serta peningkatan toleransi terhadap sedimentasi dan polutan kimiawi. Namun, adaptasi ini memiliki keterbatasan dan tidak dapat sepenuhnya melindungi ekosistem terumbu karang dari tekanan lingkungan yang semakin meningkat. Oleh karena itu, upaya konservasi yang komprehensif diperlukan, termasuk pengurangan sumber pencemaran, pemantauan ekosistem, restorasi terumbu karang, serta peningkatan kesadaran masyarakat dan pengembangan zona perlindungan laut. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan ekosistem terumbu karang dapat tetap lestari dan memberikan manfaat ekologis serta ekonomi bagi keberlanjutan lingkungan laut.
Copyrights © 2025