Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV di MIT Tahfidz Al-Mubarak. Masalah tersebut muncul akibat kurangnya variasi metode pembelajaran yang mampu mengaktifkan daya nalar dan keterlibatan siswa dalam memahami teks. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca pemahaman melalui penerapan model scramble. Model ini melibatkan siswa dalam aktivitas menyusun kata, kalimat, dan paragraf acak agar menjadi urutan teks yang logis, sehingga dapat meningkatkan pemahaman secara eksplisit dan implisit. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 16 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan membaca pemahaman siswa setelah penerapan model scramble. Pada siklus I, nilai rata-rata siswa sebesar 62,94 dengan tingkat ketuntasan 31,25%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 88,44 dengan ketuntasan mencapai 87,5%. Siswa menunjukkan partisipasi aktif, semangat, serta peningkatan dalam menyusun makna teks. Dengan demikian, model scramble terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dan layak dijadikan alternatif strategi pembelajaran di sekolah dasar.
Copyrights © 2025