Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan teori pendidikan behaviorisme dan kognitivisme dalam perspektif Barat dan Islam. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka sebagai metode utama, penelitian ini menggali prinsip-prinsip dasar dari kedua teori serta meninjau kesesuaiannya dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Dalam pandangan Barat, behaviorisme menekankan pada stimulus-respons dan penguatan perilaku, sementara kognitivisme berfokus pada proses mental internal seperti persepsi, ingatan, dan pemecahan masalah. Perspektif Islam, di sisi lain, menempatkan manusia sebagai makhluk holistik dengan dimensi spiritual, intelektual, dan moral, sehingga memberikan penekanan tidak hanya pada aspek perilaku dan kognitif, tetapi juga pada aspek ruhani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun teori Barat memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman mekanisme belajar, pendekatan Islam menambahkan dimensi transendental yang lebih utuh dan bermakna. Integrasi antara teori Barat dan prinsip-prinsip pendidikan Islam dinilai penting dalam membangun sistem pendidikan yang seimbang dan komprehensif di era modern.
Copyrights © 2025