Penelitian ini mengkaji implementasi pembacaan harian Ratib al-Haddad sebagai sarana pengembangan karakter psikospiritual siswa di SMKI Nurul Hijriyah Sejati, Camplong, Sampang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana praktik terstruktur Ratib al-Haddad berkontribusi pada perkembangan emosional, spiritual, dan perilaku siswa dalam lingkungan pendidikan Islam formal. Temuan menunjukkan bahwa rutinitas dzikir harian, yang diadakan setiap pagi sebelum pelajaran dimulai, secara signifikan mempengaruhi ketenangan mental, pengendalian emosi, dan disiplin spiritual siswa. Siswa menunjukkan peningkatan fokus, kesadaran agama yang lebih dalam, dan perilaku psikologis yang lebih stabil sepanjang proses belajar. Praktik ini, yang melibatkan pembacaan teks Ratib secara kolektif dengan bimbingan guru dan staf, berhasil membentuk budaya agama di lingkungan sekolah. Selain itu, program ini berkontribusi pada internalisasi nilai-nilai Islam, seperti rasa syukur, kesabaran, dan kejujuran, sekaligus memperkuat ikatan komunitas di antara siswa. Meskipun terdapat tantangan kecil dalam pemahaman dan tingkat partisipasi, program ini terbukti menjadi model efektif untuk pendidikan karakter yang berakar pada spiritualitas Islam. Rutinitas ini berfungsi sebagai pendekatan integratif yang menyatukan tradisi spiritual dengan pendidikan modern, menjadikannya layak.
Copyrights © 2025