Urbanisasi pesat telah membatasi akses anak terhadap lingkungan alami, menimbulkan kekhawatiran terhadap perkembangan resiliensi psikologis pada tahap kritis usia 3-5 tahun. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara paparan alam di ruang hijau perkotaan dengan pengembangan resiliensi psikologis melalui metode literature review naratif terhadap delapan studi primer periode 2019-2025. Kriteria inklusi meliputi penelitian empiris berbahasa Inggris yang membahas populasi anak prasekolah dengan fokus ruang hijau dan kesehatan mental. Analisis tematik mengidentifikasi empat dimensi utama: aksesibilitas spasial, kualitas ekologis, pembelajaran berbasis alam, dan faktor moderator. Temuan menunjukkan korelasi negatif signifikan antara aksesibilitas ruang hijau dengan kecemasan sosial (r = -0.42), hubungan positif indeks vegetasi dengan regulasi emosi (β = 0.38), serta peningkatan 23% skor inisiatif melalui program berbasis alam. Status sosio-ekonomi dan kualitas pendampingan berperan sebagai moderator signifikan. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa paparan alam berkontribusi substansial terhadap pembentukan resiliensi psikologis anak usia dini melalui mekanisme neurobiologis dan sosio-emosional yang kompleks.
Copyrights © 2025