Sutrianingrum
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MEMBANGUN RESILIENSI MELALUI SPIRITUAL: STUDI EKSPERIMENTAL PELATIHAN KOPING RELIGIUS PADA CAREGIVER KELUARGA PENYANDANG STROKE Sutrianingrum
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.32178

Abstract

Penelitian dilakukan untuk melihat pengaruh pelatihan koping religius dalam meningkatkan resiliensi caregiver keluarga penyandang stroke. Sebanyak 14 orang caregiver keluarga penyandang stroke terlibat dalam penelitian dan terbagi menjadi kelompok eksperimen (n=7) dan kelompok kontrol (n=7). Penelitian ini menggunakan Quasi-Experimental Designs with pre-test post-test control group design . Alat ukur yang digunakan untuk mengukur resiliensi adalah Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) 10 aitem yang dikembangkan oleh Connor dan Davidson (2003). Modul pelatihan disusun berdasarkan tahapan koping religius positif oleh Pargament, Koenig & Perez (2000). Uji hipotesis menggunakan analisis non-parametrik berupa Mann Whitney U Test untuk menguji perbedaan nilai berdasarkan kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan hasil Z=-3,009 dan p = 0,003 dimana p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek yang berada pada kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan skor resiliensi yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dengan demikian, pelatihan koping religius memiliki pengaruh untuk meningkatkan resiliensi caregiver keluarga penyandang stroke.
DARI TAMAN KE TANGGUH: EKSPLORASI HUBUNGAN ANTARA PAPARAN ALAM DI RUANG HIJAU PERKOTAAN DAN PERKEMBANGAN RESILIENSI PSIKOLOGIS PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN Sutrianingrum
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.32743

Abstract

Urbanisasi pesat telah membatasi akses anak terhadap lingkungan alami, menimbulkan kekhawatiran terhadap perkembangan resiliensi psikologis pada tahap kritis usia 3-5 tahun. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara paparan alam di ruang hijau perkotaan dengan pengembangan resiliensi psikologis melalui metode literature review naratif terhadap delapan studi primer periode 2019-2025. Kriteria inklusi meliputi penelitian empiris berbahasa Inggris yang membahas populasi anak prasekolah dengan fokus ruang hijau dan kesehatan mental. Analisis tematik mengidentifikasi empat dimensi utama: aksesibilitas spasial, kualitas ekologis, pembelajaran berbasis alam, dan faktor moderator. Temuan menunjukkan korelasi negatif signifikan antara aksesibilitas ruang hijau dengan kecemasan sosial (r = -0.42), hubungan positif indeks vegetasi dengan regulasi emosi (β = 0.38), serta peningkatan 23% skor inisiatif melalui program berbasis alam. Status sosio-ekonomi dan kualitas pendampingan berperan sebagai moderator signifikan. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa paparan alam berkontribusi substansial terhadap pembentukan resiliensi psikologis anak usia dini melalui mekanisme neurobiologis dan sosio-emosional yang kompleks.
BERMAIN ATAU BELAJAR? SEBUAH STUDI EKSPERIMENTAL TENTANG EFEKTIVITAS PERMAINAN DIGITAL INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH DAN RESILIENSI ANAK USIA DINI Sutrianingrum
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.32747

Abstract

Permainan digital interaktif dapat berfungsi sebagai sarana pembelajaran yang efektif karena permainan digital mampu memadukan elemen visual, audio, dan interaksi. Aspek penting dalam perkembangan anak usia dini adalah keterampilan pemecahan masalah dan resiliensi. Namun, banyak anak yang mahir menggunakan perangkat digital, tetapi belum menunjukkan keterampilan problem solving yang memadai, mereka cenderung mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Maka dari itu, perlu dilakukan penerapan permainan digital interaktif untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Studi ini dilakukan dengan metode quasi-experimental dan desain pretest–posttest control group yang menggunakan sampel 25 peserta didik. Data dianalisis menggunakan uji ANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa signifikan kelompok kedua variabel adalah 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 dengan nilai Partial Eta Squared adalah 0,693 dan 0,798. Hal tersebut berarti permainan digital interaktif memberikan efektivitas yang besar terhadap pemecahan masalah dan resiliensi anak.