Sekolah dasar di daerah pedesaan dengan jumlah peserta didik terbatas dalam menghadapi tantangan kompleks, mulai dari keterbatasan sumber daya, minimnya tenaga pendidik, hingga kondisi geografis yang rawan bencana. Permasalahan tersebut menuntut kepala sekolah untuk mengembangkan strategi manajemen yang adaptif agar pembelajaran tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kepala sekolah dalam mengelola sekolah kecil di pedesaan, dengan fokus pada pengelolaan sumber daya, memberikan standar akreditasi, serta kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, komite sekolah, wali nagari Tamparungo, dan pihak puskesmas, serta diperkuat dengan observasi lapangan dan teaah dokumen. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat strategi utama kepala sekolah, yaitu: (1) rasionalisasi anggaran berbasis prioritas untuk mengatasi keterbatasan dana; (2) pengawasan akademik dan pengembangan pembelajaran kontekstual melalui pemanfaatan sumber daya lokal; (3) akreditasi manajemen yang menekankan penjaminan mutual melalui pembagian tugas dan simulasi audit internal; serta (4) kemitraan dengan komite sekolah, wali nagari, dan puskesmas untuk mendukung sarana, kesehatan, serta program kesiapsiagaan bencana. Strategi terakhir meliputi edukasi kebencanaan, simulasi evakuasi, penyediaan perlengkapan darurat, hingga komunikasi positif untuk menjaga rasa aman siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah di sekolah kecil pedesaan bersifat adaptif, partisipatif, dan kontekstual, sehingga mampu menjaga keberlangsungan pendidikan meskipun di tengah keterbatasan dan ancaman lingkungan.
Copyrights © 2025