Transformasi paradigma pendidikan kontemporer menuntut rekonstruksi fundamental dalam memahami hakikat pembelajaran yang sesungguhnya melalui integrasi dimensi filosofis yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis rekonstruksi pemikiran filsafat dan relevansinya dengan konseptualisasi pembelajaran holistik dalam konteks sistem pendidikan Indonesia. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan literature review sistematis terhadap publikasi akademik periode 2015-2025 dengan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola konseptual dalam integrasi berbagai aliran filsafat pendidikan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi filosofis memerlukan sintesis antara konstruktivisme, pragmatisme, dan humanisme sebagai landasan epistemologis pembelajaran holistik yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, psikomotorik, sosial, dan spiritual. Implementasi Kurikulum Merdeka memberikan peluang transformatif melalui fleksibilitas perancangan kurikulum kontekstual, namun menghadapi tantangan kesenjangan antara konseptualisasi teoretis dengan aplikasi praktis. Model pembelajaran holistik berbasis digital mendemonstrasikan efektivitas dalam personalisasi pembelajaran yang adaptif terhadap keragaman kebutuhan individu. Rekonstruksi aliran filsafat pendidikan dalam konteks Indonesia menghasilkan pendekatan eklektik yang mempertahankan nilai-nilai Pancasila sambil mengintegrasikan standar global. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa konseptualisasi pembelajaran holistik berbasis filosofis berpotensi menciptakan ekosistem pendidikan berkelanjutan yang inklusif dan responsif terhadap kompleksitas abad ke-21.
Copyrights © 2025