Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Vol 3, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam

TANAMAN PENUTUP TANAH YANG SESUAI PADA LAHAN KRITIS BEKAS TAMBANG BATU APUNG

Budi Hadi Narendra (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan)
Syahidan Syahidan (Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar)



Article Info

Publish Date
28 Jul 2017

Abstract

Tambang batu  apung  di Lombok Timur, khususnya di  Ijobalit merniliki   potensi dan produksi terbesar di Indonesia. Masyarakat menambang secara tradisional  tanpa mengupayakan rehabilitasi dan konservasi   tanah dan air. Bekas tambang ini merupakan lahan terdegradasi yang  dibiarkan saja menjadi lahan  kritis  dengan permukaan berlubang-lubang yang sebagian besar tidak  dimanfaatkan lagi. Hanya vegetasi  tertentu saja  yang masih dapat  dijumpai  pada lahan  tersebut, karena  lahan  telah  mengalami  kemunduran  sifat fisika kimia tanahnya.     Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi dan teknologi  budidaya   jenis tanaman penutup tanah dan dosis  pupuk kandang  yang sesuai    untuk rehabilitasi lahan kritis bekas  tarnbang batu apung. Penelitian ini  menggunakan desain split plot, dimana tiga macam dosis pupuk  kandang sebagai plot utama dan tiga jenis  tanaman penutup tanah   sebagai sub plot. Masing-masing  kombinasi perlakuan ini diulang, sebanyak 16 kali. Berdasarkan kernampuan hidup, kemarnpuan rnenutup tanah dan biornassanya, tanarnan yang paling tepat digunakan  sebagai   penutup tanah adalah  jenis sentro  (Centrosema  pubescens  Benth.). Penggunaan pupuk kandang dengan dosis  4,4  kg/m2 dapat diaplikasikan guna menambah kandungan bahan organik tanah.

Copyrights © 2006