Industri pakaian dan fashion merupakan salah satu subsektor dalam bidang ritel yang mengalami perkembangan pesat serta dinamis, seiring dengan perubahan tren, gaya hidup, dan preferensi konsumen. Meskipun digitalisasi telah mendorong banyak pelaku usaha beralih ke platform daring, toko pakaian berbasis luring tetap memiliki peranan yang signifikan dalam ekosistem ritel. Toko fisik masih menjadi pilihan utama bagi konsumen untuk merasakan langsung kualitas produk, melakukan pencocokan ukuran, serta memperoleh pengalaman berbelanja yang lebih personal dan interaktif. Namun demikian, Sukajadi Busana sebagai salah satu pelaku usaha di bidang ini menghadapi beberapa permasalahan operasional, di antaranya adalah keterbatasan stok dan variasi produk yang tersedia, serta sistem pencatatan inventaris yang belum optimal. Ketersediaan barang hanya diingat berdasarkan daya ingat pemilik, sehingga tidak seluruh produk tercatat secara sistematis. Untuk mengatasi permasalahan ini, penerapan algoritma Apriori dapat menjadi solusi yang efektif. Algoritma tersebut berfungsi untuk menganalisis pola pembelian konsumen dengan mengidentifikasi asosiasi antarproduk yang sering dibeli secara bersamaan. Hasil analisis tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan rekomendasi produk yang relevan serta menyusun strategi pemasaran yang lebih efisien dan tepat sasaran. Dengan demikian, pemilik Sukajadi Busana dapat melakukan perencanaan stok yang lebih akurat dan merancang promosi terhadap produk-produk yang memiliki tingkat permintaan tinggi.
Copyrights © 2025