Kontrasepsi suntik merupakan salah satu metode keluarga berencana (KB) hormonal yang paling banyak digunakan oleh wanita usia subur (WUS) di Indonesia. Di Kabupaten Kulon Progo, khususnya di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Umi Muflikhatun, metode ini menjadi pilihan dominan dengan jumlah akseptor yang jauh lebih tinggi dibandingkan metode lainnya. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi preferensi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingginya penggunaan kontrasepsi suntik di PMB Umi Muflikhatun. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 83 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antara variabel usia, pendidikan, jumlah anak, dan pendapatan dengan pemilihan metode kontrasepsi suntik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara faktor usia (p = 0.007) dan pendidikan (p = 0.042) dengan penggunaan kontrasepsi suntik. Sementara itu, jumlah anak (p = 0.202) dan pendapatan (p = 0.810) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan penggunaan kontrasepsi suntik. Usia dan pendidikan merupakan faktor dominan yang memengaruhi tingginya penggunaan kontrasepsi suntik di PMB Umi Muflikhatun.
Copyrights © 2025