Penelitian ini merujuk kepada permasalahan terkait dengan praktek perataan laba yang dipengaruhi berbagai faktor. Dalam hal ini menarik peneliti melakukan penelitian kembali terkait permasalahan praktek perataan laba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara variabel cash holding, komisaris independen, kualitas audit dan nilai perusahaan terhadap praktek perataan laba. Adapun metode analisis yang digunakan peneliti adalah metode analisis logistik dengan teknik purposive sampling dan data yang digunakan yaitu data laporan tahunan (annual report) dan laporan keuangan (financial report) perusahaan manufaktur subsektor basic materials, industrials, consumer non-cylicals, consumer cyclicals, dan healthcare yang terdaftar di Bursa Efek Indonesian (BEI) periode 2019-2021. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa variabel cash holding dan nilai perusahaan berpengaruh positif terhadap praktek perataan laba. Sedangkan variabel komisaris independen dan kualitas audit tidak berpengaruh terhadap praktek perataan laba.
Copyrights © 2023