Penggunaan insinerator di TPS3R MOTAH Sukaberseri, Kabupaten Bandung, menjadi alternatif pengelolaan sampah, namun berpotensi menimbulkan risiko kesehatan akibat emisi partikulat halus. Penelitian ini menganalisis pajanan PM₁₀ dan PM₂.₅ terhadap pekerja dengan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Pengukuran dilakukan selama lima hari di tiga titik pemantauan dengan melibatkan 24 responden. Hasil menunjukkan rata-rata PM₁₀ sebesar 55 µg/m³ masih di bawah ambang batas, sedangkan PM₂.₅ mencapai 56,25 µg/m³, melebihi baku mutu. Nilai ISPU sebagian besar berkategori “Sedang”, dengan nilai tertinggi 94,68 untuk PM₂.₅. Sebanyak 25% responden memiliki nilai RQ > 1, menandakan potensi risiko kesehatan. Disarankan penerapan teknologi pengendalian emisi seperti wet scrubber, fabric filter, dan electrostatic precipitator, penggunaan APD, pembatasan durasi kerja, serta penguatan regulasi dan pengawasan lintas sektor sebagai upaya mitigasi.
Copyrights © 2025