Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran strategis budaya dalam penelitian bahasa dan sastra serta mengidentifikasi peluang dan strategi pengembangannya di era digital. Artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan tinjauan literatur terhadap berbagai hasil penelitian dan teori yang relevan di bidang linguistik budaya dan kajian sastra. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya merupakan unsur esensial yang menyatukan bahasa dan sastra sebagai representasi cara berpikir dan cara merasa manusia. Peluang penelitian berbasis budaya sangat luas, mencakup antropolinguistik, pragmatik lokal, ekolinguistik, hermeneutika sastra klasik Melayu, feminisme lokal, serta alih wahana sastra ke media digital. Selain itu, strategi penelitian berbasis budaya meliputi eksplorasi data lokal, pendekatan interdisipliner, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi partisipatif dengan masyarakat adat dan komunitas lokal. Pendekatan reflektif dan etis juga menjadi landasan penting agar penelitian tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga berperan dalam pelestarian nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan. Dengan menjadikan budaya sebagai inti penelitian, bahasa dan sastra tidak hanya berfungsi sebagai objek kajian ilmiah, tetapi juga sebagai sarana membangun identitas, memperkuat karakter bangsa, dan melestarikan kearifan lokal di tengah arus globalisasi. Abstract This study aims to describe the strategic role of culture in language and literature research and to identify its potential and development strategies in the digital era. The article employs a qualitative descriptive method with a literature review approach, analyzing previous studies and theoretical perspectives in cultural linguistics and literary studies. The findings indicate that culture serves as an essential element that unites language and literature as representations of human thought and emotion. Cultural-based research presents wide opportunities, including anthropological linguistics, local pragmatics, ecolinguistics, hermeneutic analysis of classical Malay literature, local feminism, and the digital adaptation of traditional texts. Furthermore, cultural research strategies include the exploration of local data, interdisciplinary approaches, the use of digital humanities, and participatory collaboration with local communities and traditional leaders. A reflective and ethical orientation is also emphasized to ensure that research not only fulfills academic purposes but also contributes to the preservation of humanistic and cultural values. By positioning culture at the core of research, language and literature become more than academic subjects—they serve as vital tools for identity formation, national character development, and the preservation of local wisdom amid globalization.
Copyrights © 2025