Desa Wisata Teluk Buo memiliki potensi wisata yang belum sepenuhnya terekspos akibat kurangnya pengelolaan desain komunikasi visual dan promosi digital. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan desain komunikasi visual guna mendukung pengembangan Desa Wisata Teluk Buo melalui pendekatan strategis berbasis media. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif meliputi empat tahap utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut, untuk memastikan hasil yang terstruktur dan efektif. Pelatihan diberikan terkait desain visual seperti perancangan logo, guideline book, landmark letter timbul, merchandise serta pelatihan pembuatan konten media sosial dan pemasaran digital untuk anggota pokdarwis. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan mitra, termasuk brand awareness, pengelolaan media sosial, pembuatan konten visual serta partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola promosi wisata. Dampaknya terlihat pada peningkatan jumlah wisatawan dan pendapatan masyarakat. Kegiatan ini membuktikan pentingnya literasi desain komunikasi visual dalam pengembangan desa wisata dan menjadi referensi bagi pengembangan strategi komunikasi visual di desa wisata lainnya.
Copyrights © 2025