Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dewan komisaris memoderasi pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kepemilikan asing, dan dewan direksi terhadap keputusan investasi, dengan fokus pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2023. Variabel-variabel tersebut dipilih karena memiliki peran penting dalam mekanisme tata kelola Perusahaan yang dapat mempengaruhi arah dan kebijakan investasi. Metode sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Sampel penelitian adalah 144 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2019-2023. Untuk menguji hipotesis pada penelitian ini, digunakan analisis regresi linier berganda. Hasil pengujian menunjukan bahwa kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, kepemilikan asing, dewan direksi terhadap keputusan investasi berpengaruh signifikan secara positif. Sedangkan moderasi dewan komisaris berpengaruh signifikan negatif. Temuan ini mendukung teori agensi, bahwa pengawasan yang terlalu ketat dapat membatasi fleksibilitas manajemen dalam mengambil keputusan investasi. implikasi penelitian menekankan pentingnya peran dewan komisaris yang proposional untuk menciptakan tata kelola perusahaan yang efektif dan beriorientasi pada peningkatan nilai perusahaan.
Copyrights © 2025