Penelitian ini menganalisis prediksi financial distress pada perusahaan sektor pariwisata di Indonesia dan Thailand periode 2019–2024 menggunakan Model Grover. Sektor pariwisata dipilih karena perannya yang strategis sekaligus rentan terhadap guncangan eksternal seperti pandemi COVID-19. Sampel terdiri dari 25 perusahaan di Bursa Efek Indonesia (IDX) dan 19 perusahaan di Bursa Efek Thailand (SET), dipilih melalui purposive sampling. Analisis statistik deskriptif terhadap skor Grover menunjukkan bahwa Indonesia mengalami tekanan pada 2020 (36% perusahaan tidak sehat), namun pulih sepenuhnya pada 2023–2024. Thailand lebih terdampak dengan 79% perusahaan mengalami distress pada 2021, meski pulih bertahap hingga 95% perusahaan kembali sehat di 2024. Ketergantungan Thailand terhadap pariwisata internasional memperbesar dampak krisis, sedangkan diversifikasi ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan lebih baik. Implikasi teoritis mencakup penguatan model prediksi berbasis teori akuntansi positif dan Grover. Implikasi praktis meliputi rekomendasi kebijakan diferensiatif bagi UMKM dan korporasi besar, urgensi diversifikasi ekonomi sebagai mitigasi risiko sistemik, efektivitas Grover sebagai alat deteksi dini bagi investor dan kreditor, serta pentingnya struktur keuangan yang resilient. Penelitian ini turut memperkaya literatur prediksi financial distress di pasar berkembang Asia Tenggara.
Copyrights © 2025