Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dwi Manunggal di Desa Manistutu, Kabupaten Jembrana, menghadapi tantangan dalam Integrasi sistem pengolahan limbah organik berbasis budidaya Black Soldier Fly guna menunjang praktik agrowisata ramah lingkungan dan berkelanjutan. Tujuan utama adalah meningkatkan kunjungan wisata dengan mengembangkan daya tarik edukatif agrowisata yang selaras dengan tren wisata terkini. Kendala dalam pengemasan dan pemasaran daya tarik wisata, seperti ketidaksesuaian dengan tren industri pariwisata, menyebabkan daya tarik wisata terlihat usang. Melalui pelatihan dan pendampingan, Pokdarwis diberdayakan untuk menggunakan teknologi digital, seperti website dan media sosial, guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk wisata. Pelatihan ini diharapkan dapat memperbaiki pengemasan produk hasil budidaya BSF, seperti kompos dan pakan ternak, yang dikemas dengan label informatif mengenai manfaat pengelolaan limbah organik. Strategi digital marketing dengan memanfaatkan media sosial menjadi solusi dalam memperluas jangkauan pemasaran. Konten menarik, seperti foto, video proses budidaya, dan informasi manfaat BSF, diunggah untuk menarik perhatian calon wisatawan. Solusi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas produk dan efektivitas pemasaran, tetapi juga memperluas kesadaran publik akan pentingnya pengelolaan limbah organik. Melalui pendekatan ini, Pokdarwis Dwi Manunggal diharapkan mampu mendukung pengembangan agrowisata berkelanjutan di Desa Manistutu, meningkatkan daya saing, dan meminimalisir limbah organik di kawasan tersebut.
Copyrights © 2025