Penanganan limbah organik menjadi perhatian serius di berbagai negara, terutama di daerah perkotaan yang padat penduduk. Artikel ini mengusulkan solusi berbasis Internet of Things (IoT) dengan mengintegrasikan aplikasi Android, mikrokontroler, serta sensor pendeteksi gas metana dan sensor tekanan gas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah organik dan meminimalkan dampak lingkungan. Aplikasi Android berfungsi sebagai antarmuka pengguna yang memungkinkan pemantauan langsung terhadap tingkat gas metana dan tekanan gas dalam wadah sampah organik. Mikrokontroler bertugas mengumpulkan data dari sensor-sensor tersebut dan mentransmisikannya melalui koneksi WiFi ke aplikasi Android. Dengan data yang akurat dan real-time, pengguna dapat mengambil tindakan cepat dalam mengelola dan mengolah sampah organik. Hasil pengujian sensor gas metana dengan enam set data berbeda menunjukkan rentang konsentrasi antara 1015 ppm hingga 1034 ppm, dan rentang tekanan antara 0,9 atm hingga 1 atm. Implementasi solusi ini diharapkan dapat mengurangi peningkatan volume sampah, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan potensi energi terbarukan melalui pemanfaatan biogas.Kata Kunci : Internet of Things, Biogas, Limbah.
Copyrights © 2024