Maysa Fashion merupakan salah satu brand busanamuslim di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 2013. Merekini berfokus pada bidang penjualan busana syar’i modern danberlokasi di Pusat Mode Tanah Abang, Jakarta Pusat, Indonesia.Data penjualan pada tahun 2021 menunjukkan bahwa MaysaFashion cenderung tidak mencapai target penjualan yang telahditetapkan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara laintingkat heart share yang rendah, program komunikasi pemasaranyang kurang optimal, serta keterbatasan media penjualan.Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi untuk mengetahuialternatif solusi terkait dengan aspek product, place, promotion,dan branding dengan tujuan untuk merancang strategipositioning yang kuat dan membantu Maysa Fashion bersaingdengan kompetitor. Penelitian ini menggunakan pendekatanperceptual mapping, yang bertujuan untuk menggali penilaiankonsumen terhadap Maysa Fashion serta memahami bagaimanabrand ini diposisikan dalam pikiran konsumen dibandingkandengan brand pesaing serupa. Metode multidimensional scaling(MDS) dan analisis SWOT akan digunakan untuk memperolehinformasi yang lebih komprehensif tentang bagaimana brandproduk Maysa Fashion dinilai oleh konsumen dalamperbandingan dengan brand pesaing lainnya. Hasil daripenelitian ini adalah pemetaan tujuh brand busana muslimdengan sepuluh atribut. Hasil perceptual map menggambarkankompetitor Maysa Fashion dan atribut yang menjadi dasarstrategi perbaikan positioning brand Masya Fashion. Kata kunci— Positioning, Multidimensional Scaling,Perceptual Mapping, SWOT Analysis, Maysa Fashion
Copyrights © 2024