Objek kajian pada penelitian ini ialah salah satu perusahaan industri karet di Indonesia. Perusahaan memilikikendala terkait pengendalian informasi terdokumentasi padasistem manajemen mutunya dibagian pengadaan bahan bakuproduksi, minimnya informasi terdokumentasi diperusahaanmengakibatkan owner perusahaan tidak dapat memantaukinerja perusahaan dan tidak dapat memproses audit interalserta perbaikan proses. Penelitian ini berfokus pada usulanperancangan informasi terdokumentasi dengan menggunakanmetode Business Process Management (BPM), yaitu BPM LifeCycle yang dimulai dari tahap identification, lalu prosesdiscovery, selanjutnya melakukan proses analysis, setelah itutahap redesign. Setelah mengimplementasikan BPM Lifecycledalam perancangan usulan informasi terdokumentasididapatkan hasil tiga dari delapan dokumen informasi belumtersedia sesuai ISO 9001:2015, tiga dokumen yang belumtersedia meliputi dokumen Purchase Order, dokumen MaterialReceiving Report, dan yang terakhir dokumen Berita AcaraPemeriksaan Bahan sedangkan informasi yang lain belumterdokumentasikan dengan baik dan perlu di disesuaikankembali dengan standar ISO 9001:2015. Dengan melengkapidokumen yang belum tersedia dapat membantu perusahanmemantau kinerja perusahaan dan dapat memproses auditinternal serta perbaikan proses yang berkelanjutan. Kata kunci— Industri Manufaktur, Proses Bisnis, Informasi Terdokumentasi, Business Process Management, IS0 9001:2015
Copyrights © 2024