Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik dalam upacara adat Seru Padu masyarakat Kalike Aimatan Kecamatan Solor Selatan. Upacara Seru Padu adalah upacara adat syukuran panen masyarakat Kalike Aimatan dan merupakan upacara adat tahunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan-bahan seperti jewawut, padi, kapas, biji kesambi, buah kelapa, arak, dan mapan hadir sebagai simbol pengorbanan, ketangguhan, kesuburan, dan rasa syukur atas berkah hasil panen. Peralatan seperti alu dan lesung, mole, gurunoba, serta wadah tradisional seperti rou, dese, monga, keloto, keluba, dan paso memiliki makna simbolik yang mencerminkan kedekatan manusia dengan alam, leluhur, dan peran penting perempuan dalam keberlangsungan hidup. Setiap unsur dalam upacara ini menegaskan hubungan harmonis antara manusia, alam semesta, dan kekuatan spiritual yang diyakini memberikan perlindungan serta keberkahan. Makna-makna simbolik ini mengajarkan pentingnya menjaga tradisi, menghargai peran perempuan, memelihara hubungan dengan leluhur, dan hidup selaras dengan alam sebagai bentuk penghormatan terhadap kehidupan itu sendiri
Copyrights © 2025