Guru bimbingan konseling diharuskan memiliki kesejahteraan emosional yang baik. Kesejahteraan emosional menjadi berperan penting dalam mendukung kinerja guru bimbingan dan konseling, karena tugas mereka menghadapi berbagai permasalahan siswa. Melihat pentingnya aspek ini, kesejahteraan emosional tidak dapat dilepaskan dari lingkungan sosial, yaitu dukungan sosial dari rekan kerja. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui kondisi kesejahteraan emosional guru bimbingan konseling serta bentuk dukungan sosial sebagai faktor penunjang kesejahteraan emosional guru bimbingan konseling. Metode yang dilakukan ialah metode kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologis. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari guru bimbingan konseling sebagai informan utama dan wali kelas sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bimbingan konseling mengalami afek positif dan kepuasan hidup dalam menjalankan peran, meskipun terdapat tekanan emosional akibat kurangkan komunikasi dan persepsi negatif dari rekan kerja. Dukungan sosial baik dalam bentuk emosional, penilaian, instrumental, maupun infomasi, terbukti memperkuat kesejahteraan emosional guru bimbingan konseling.
Copyrights © 2025