Kualitas perairan dapat diperkirakan berdasarkan keberadaan jenis serangga akuatik yang ada di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung komposisi dan keanekaragaman serangga akuatik di Danau Laut Tawar, Takengon, Propinsi Aceh sebagai bioindikator kualitas perairan. Sampel serangga dikoleksi menggunakan jaring surber pada lima desa yang ambil secara acak di pinggiran Danau Laut Tawar. Komposisi serangga akuatik dihitung dalam persen dan keanekaragaman serangga dianalisis dengan rumus Shannon-Wiener. Analisis kualitas air dilakukan dengan analisa Storet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga akuatik yang tertangkap di Danau Laut Tawar terdiri dari 22 genus, yang tergolong ke dalam 18 famili dan enam ordo. Komposisi pada setiap lokasi bervariasi tergantung pada kondisi habitat. Ordo Odonata mendominasi komposisi serangga yang didapatkan dengan delapan genus disusul oleh Coleoptera dan Trichoptera masing-masing empat genus. Jumlah individu dari genus Ischanura paling banyak didapatkan yaitu 21,74%, disusul oleh genus Aeshna (11,74%) dan Pantala (10,43%). Keragaman genus serangga akuatik di Danau Laut Tawar ini tergolong sedang dengan nilai indeks H’=2,68. Serangga-serangga dari ordo Ephemeroptera, Trichoptera dan Lepidoptera (Elophila) dapat dijadikan sebagai bioindikator air yang bersih. Kata kunci : serangga akuatik, keanekaragaman, bioindikator. Danau Laut Tawar
Copyrights © 2015