Salah satu hal yang dianggap ironis adalah rendahnya pengetahuan tentang hukum terkait perdarahan wanita bagi jama’ah BKMT Kotabumi Lampung Utara. Padahal problematika perdarahan terus mereka alami seiring banyaknya konsumsi alat kontrasepsi bagi wanita. Pengabdian ini memiliki tujuan untuk menganalisis fakta rendahnya literasi jama’ah di lapangan, melaksanaan kegiatan pengabdian berbasis seminar peningkatan literasi fiqih perdarahan wanita lintas madzhab, dan mengevaluasi hasil pengabdian. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan mengadopsi desain KUPAR (Knowing, Understanding, Planning, Executing, and Reflecting), pengabdian ini menyimpulkan sebuah hasil bahwa program peningkatan literasi fiqih perdarahan ini dampak peningkatan tingkat pemahaman sesudah seminar 85%, relevansi materi dengan kebutuhan peserta 90%, kualitas penyampaian materi oleh narasumber 92%, tingkat partisipasi peserta dalam diskusi 78%. Selain itu terdapat 100% peserta yang menyarankan agar seminar dilakukan secara berkala dan lebih mendalam lagi. Rekomendasi selanjutnya dari program ini adalah dari segi peningkatan kembali durasi waktu, peningkatan jumlah nara sumber serta, pendalaman materi secara mendetail dan spesifik. Sementara terkait interaksi peserta perlu diperpanjang lagi sesi tanya jawab yang diberikan.
Copyrights © 2025