Frekwensi seksual merupakan salah satu kebutuhan bagi pasangan suami istri pada awal pernikahan dan mempengaruhi kesehatan seksual pada awal kehamilan seorang ibu. Alasan terbesar untuk penurunan hubungan seksual pada trimester pertama adalah ketakutan akan aborsi (39,45%). Abortus dapat terjadi bila frekwensi seksual tidak terkontrol, dari permasalahan tersebut peneliti akan menganalisis hubungan frekwensi seksual dengan terjadinya abortus pada ibu abortus di Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah. Dengan desain penelitian yang digunakan ialah case control. Sampel penelitian adalah ibu hamil yang mengalami abortus dan tidak mengalami abortus yang berjumlah 112 orang Perbandingan sampel kasus kontrol 1:1 (56:56). Instrumen pengumpulan data berupa lembar pengisian. Analisis data mengunakan uji chi square dan OR. Hasil Penelitian: Dari 126 ibu hamil, jumlah kejadian abortus pada ibu hamil di Rumah Sakit RSUD Kardinah Tegal sebanyak 56 orang (44,4%). Dari 112 ibu hamil, frekwensi seksual pada ibu hamil di Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah Tegal dalam kategori tidak berisiko sebanyak 73 ibu hamil (65,2%). disimpulkan bahwa ada hubungan frekwensi seksual dengan terjadinya abortus pada ibu abortus di Rumah Sakit Umum Kardinah Tegal tahun 2023 (X2=28,679; pvalue=0,000). Ibu hamil yang frekwensi seksualnya dalam kategori berisiko akan berisiko 11,96 kali mengalami abortus dibandingkan ibu yang frekwensi seksualnya tidak berisiko (OR=11,96; 95%CI= 4,397-32,509).
Copyrights © 2024