Premenstrual syndrome (PMS) adalah kumpulan gejala fisik dan psikis yang dialami wanita sebelum menstruasi yang muncul mulai dari tujuh sampai sepuluh hari sebelum menstruasi dan berakhir saat darah menstruasi keluar. PMS pada siswi dapat memberikan dampak buruk terhadap aktivitas belajar dan kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan timbulnya gejala PMS. Adapun metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus besar sampel cross sectional dengan populasi terbatas (finite population correction) yaitu dari 299 populasi menjadi 180 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji spearman dengan tingkat signifikansi 0,05 untuk menganalisis hubungan antara variabel yang diteliti dengan PMS. Adapun variabel yang diteliti pada penelitian ini yaitu variabel dependen PMS dan variabel independen usia menarche, indeks massa tubuh (IMT), stres, pola makan, dan aktivitas fisik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian responden memiliki usia menarche normal dengan p-value=0.428, indeks massa tubuh (IMT) normal dengan p-value=0.206, stress sedang dengan p-value=0.000, pola makan tidak sehat p-value=0.980, dan aktivitas fisik ringan dengan p-value=0.964 . Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara stress dengan PMS pada siswi SMA Negeri 1 Meulaboh.
Copyrights © 2025