Hiperurisemia adalah kondisi degeneratif akibat peningkatan kadar asam urat darah dari metabolisme purin, sering terjadi pada lansia. Biji alpukat (Persea americana Mill.) mengandung flavonoid dengan sifat antioksidan dan anti-inflamasi yang dapat menghambat oksidasi xantin. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas ekstraknya dalam menurunkan kadar asam urat pada mencit jantan yang diinduksi kalium bromat. Mencit dibagi enam kelompok: kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (allopurinol 10 mg/kg BB), tiga kelompok perlakuan (ekstrak biji alpukat 120, 150, dan 180 mg/kg BB), serta kelompok normal. Kadar asam urat diukur selama tujuh hari menggunakan uji ANOVA satu arah dan uji BNT metode LSD. Hasil menunjukkan dosis 120-180 mg/kg BB efektif menurunkan kadar asam urat, dengan dosis optimal 150 mg/kg BB yang menurunkan hiperurisemia sebesar 37,3% (p = 0,118).
Copyrights © 2025