Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya kemampuan siswa dalam berkreasi, dimana pembelajaran di kelas lebih bersifat teacher centered. Hal ini mengakibatkan siswa menjadi pasif dalam pembelajaran seni di kelas. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkreasi dengan menggunakan stimulus tari Rantak. Penelitian ini menggabungkan antara teori konstruksi tari yang dikemukakan oleh Jacqueline Smith (1985) dan komposisi tari yang dikemukakan oleh Soedarsono (1978) sebagai langkah langkah penciptaan tari kreasi. Penelitian ini menggunakan metode Action Research dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 10 banjarmasin yang berjumlah 33 siswa dengan dan sampel sebanyak 20 orang siswa perempuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teori konstruksi dan komposisi tari yang dikemukakan oleh kedua tokoh tersebut dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berkreasi. Hal ini ditunjukan dengan terwujudnya karya tari kreasi siswa berbasis tari Rantak dan meningkatnya kemampuan siswa dengan rentang nilai 81,90 yag didapatkan berupa kemampuan siswa dalam meningkatkan kreativitas berkreasi, modifikasi gerak, komposisi tari, irama dan kekompakan dalam kelompok. Pembelajaran ini dapat meningkatkan kemampuan berkreasi siswa dalam menciptakan tari kreasi melalui tari Rantak sebagai stimulus.
Copyrights © 2025