Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan metode ice breaking, khususnya melalui senam otak, dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas IV di SD Inpres 12/79 Pationgi. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan campuran, yakni kualitatif dan kuantitatif, sehingga hasil yang diperoleh dapat dianalisis secara lebih komprehensif. Subjek kegiatan berjumlah 25 siswa yang terlibat secara aktif dalam setiap sesi pembelajaran. Data kuantitatif diperoleh dari hasil tes sebelum dan sesudah penerapan metode, yang menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari 65 menjadi 80. Sementara itu, data kualitatif diperoleh melalui observasi dan umpan balik siswa yang mengindikasikan adanya peningkatan partisipasi aktif, rasa percaya diri, serta terciptanya suasana kelas yang lebih dinamis dan menyenangkan. Temuan ini menguatkan bahwa penerapan ice breaking tidak hanya berdampak pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek afektif dan sosial siswa. Dengan demikian, pengabdian ini merekomendasikan agar strategi ice breaking, khususnya senam otak, diintegrasikan secara rutin dalam pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan berpusat pada siswa.
Copyrights © 2025