AbstrakSektor peternakan khususnya ternak ruminansia, memegang peranan besar terhadap laju emisi gas metan yang berkontribusi terhadap pemanasan global sekaligus merupakan bentuk representasi dari sejumlah kehilangan energi bagi ternak. Salah satu pendekatan meminimalisasi emisi gas metan pada ternak ruminansia adalah melalui strategi pemberian pakan. Kelor, kunyit dan kedawung merupakan tanaman herbal yang mampu menurunkan populasi bakteri metagonenik. Tanaman-tanaman herbal mengandung saponin yang mampu menurunkan protozoa dan meningkatkan bakteri rumen, sehingga memperbaiki metabolisme rumen. Penelitian ini menggunakan teknik fermentasi in vitro. Media inkubasi yang digunakan adalah cairan rumen + larutan buffer bikarbonat yang ditempatkan dalam botol dan diinkubasi dalam water bath bersuhu 39-41ᵒC selama 72 jam. Penelitian dirancang dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAL) dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian tanaman herbal nyata meningkatkan KCBK berkisar 56.72% sampai 65.77%, KCBO berkisar 52.10% sampai 59.54% dan NH3 berkisar 13.20 mM sampai 17.91 mM, emisi gas metan dibandingkan kontrol (P0.05). Simpulan dalam penelitian ini adalah penggunanan tepung daun kelor, kunyit dan tepung kedawung, persentase KCBK dan persentase KCBO lebih mudah terdegradasi dan menurunkan emisi gas metan dan populasi protozoa pada fermentasi rumen.
Copyrights © 2023