Konseling adalah proses yang sangat bergantung pada hubungan antara klien dan konselor, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk budaya. Budaya memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk cara klien mengungkapkan masalah pribadi mereka, serta cara konselor merespons dan mengintervensi masalah tersebut. Penelitian ini mengkaji pengaruh budaya dalam relasi klien dan konselor dengan fokus pada perbedaan budaya, strategi konseling yang sensitif terhadap budaya, dan dampak budaya terhadap hubungan terapeutik. Dengan menggunakan metode tinjauan pustaka (literature review), penelitian ini mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh konselor dalam mengelola perbedaan budaya dan menyarankan penggunaan pendekatan berbasis budaya serta mendengarkan dengan empati sebagai strategi efektif dalam meningkatkan kualitas konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang mendalam tentang perbedaan budaya antara klien dan konselor dapat memperkuat hubungan, menciptakan kepercayaan, dan meningkatkan keberhasilan proses konseling. Oleh karena itu, penting bagi konselor untuk mengembangkan kompetensi budaya guna memberikan layanan yang lebih responsif dan inklusif, serta untuk mengurangi potensi bias budaya yang dapat mempengaruhi interaksi dan hasil konseling.
Copyrights © 2025