Penelitian ini berfokus pada pemenuhan hak narapidana ibu menyusui di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), yang merupakan kelompok rentan dengan kebutuhan khusus. Studi ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana hak-hak tersebut dipenuhi, serta mengeksplorasi tantangan dan faktor pendukung dalam implementasinya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada regulasi yang mengatur pemenuhan hak narapidana ibu menyusui, implementasinya masih belum optimal. Keterbatasan fasilitas, kurangnya kesadaran petugas Lapas, dan ketidakkonsistenan dalam penerapan kebijakan menjadi hambatan utama. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa kolaborasi dengan instansi kesehatan setempat dan program pelatihan bagi petugas Lapas dapat menjadi faktor pendukung yang signifikan. Kesimpulannya, pemenuhan hak narapidana ibu menyusui memerlukan perhatian lebih dari berbagai pihak, serta pendekatan holistik yang mencakup aspek fisik dan psikologis. Implementasi yang konsisten dan pengawasan yang ketat diperlukan untuk memastikan bahwa hak-hak ini dapat terpenuhi dengan baik, sehingga narapidana ibu menyusui dapat menjalankan peran mereka sebagai ibu dengan optimal selama menjalani masa tahanan di Lapas.
Copyrights © 2024