Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penurunan minat masyarakat terhadap ketoprak Jogja, mengeksplorasi dampak dari menurunnya minat tersebut pada pelestarian budaya Jawa, serta menemukan strategi untuk menghidupkan kembali minat terhadap ketoprak Jogja. Melalui metode kualitatif yaitu studi literatur, ditemukan bahwa budaya populer, perkembangan teknologi digital, kurangnya regenerasi, dan minimnya dukungan ekonomi serta institusional merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan minat ini. Dampak dari tren ini mencakup risiko hilangnya identitas budaya dan punahnya tradisi ketoprak. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa strategi yang diusulkan meliputi penggunaan media digital untuk promosi, integrasi pendidikan tentang ketoprak dalam kurikulum sekolah, kolaborasi dengan media populer, serta peningkatan dukungan dari pemerintah dan lembaga budaya. Rekomendasi mencakup peningkatan dukungan finansial, kampanye publik, penguatan komunitas seni, program edukasi berkelanjutan, dan inovasi dalam pementasan ketoprak. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam upaya pelestarian ketoprak sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia, dengan menawarkan solusi praktis untuk meningkatkan minat masyarakat, terutama generasi muda, terhadap seni teater tradisional ini.
Copyrights © 2024