Dalam era post-truth, media sosial menjadi arena utama produksi dan distribusi narasi keagamaan yang sarat emosi dan performativitas. Tulisan ini menganalisis dinamika narasi keagamaan dua tokoh digital, Al Mofu dan Patris Allegro, yang aktif di platform TikTok. Dengan pendekatan hermeneutika Paul Ricoeur dan teori encoding/decoding Stuart Hall, kajian ini memetakan “dunia di belakang teksâ€, “di dalam teksâ€, dan “di depan teks†dalam konstruksi makna publik keagamaan. Temuan menunjukkan bahwa narasi mereka tidak hanya mencerminkan afiliasi teologis, tetapi juga dipengaruhi oleh logika algoritmik, bias konfirmasi, serta strategi retoris khas media digital. Dalam konteks ini, teologi mengalami pergeseran: dari ruang reflektif menuju komodifikasi identitas dan emosi. Artikel ini merekomendasikan pendekatan hermeneutika dialogis untuk merespons fenomena ini secara lebih inklusif dan reflektif.
Copyrights © 2025