Penelitian ini dilakukan di Salatiga dengan tujuan menyelidiki kepemimpinan IKMASTI dan alasan keluarnya organisasi Alor (HIMMASAL). Dengan menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan IKMASTI adalah kolektif, tetapi tidak memiliki struktur formal seperti AD/ART. HIMMASAL keluar tanpa konflik karena keinginan untuk memperkuat budaya Alor, menurut teori disosiatif. Keluarnya HIMMASAL menunjukkan ketidakpuasan yang tidak diungkapkan secara langsung. Agar organisasi dapat bertahan, IKMASTI harus membentuk AD/ART dan menjadi lebih terbuka terhadap semua etnis.
Copyrights © 2025